EN | ID
Tutup

Artikel

Dampak dari Perubahan Desain Interior pada Restoran

diposting 4 September 2020

Dampak dari Perubahan Desain Interior pada Restoran

Interior Desainer: Hubungi kami melalui  Highstreet untuk wujudkan bangunan impian Anda dan ikuti  blog kami untuk update mengenai inspirasi desain bangunan.

Anda tahu, di samping monument kuno dan area pemandangan yang unik, situs Baan Pomphet menjadi impian untuk tempat perhotelan maupun restoran. Restoran 160 kursi ini yang memiliki delapan kamar hotel terletak di sebelah utara Bangkok Ayuthya yang merupakan tempat untuk warisan local setempat dan diwujudkan dalam desain kontemporer yang membuat para tamu seperti membenamkan diri dalam budaya. Desain interior dan arsitek asal Bangkok tersebut sangat memperhatikan kualitas spesifik lingkungan yang memungkinkan mereka dapat mengembangkan pengalaman berada di ruang spasial yang benar-benar didesain untuk individual.

Desain Hotel-Restoran di Thailand

Tempat yang didesain menghadap tempat petemuan sungati Pa Sak dan Chao Phraya Thailand, dikenal sebagai Baan Pomphet dan mengambil nama dan inspirasi dari Pom Phet, sebuah benteng yang terletak di tenggara. Tata letak desain hotel didesain berputar di sekitar pemandangan di tempat tersebut. Tim desain memisahkan bangunan untuk kamar dan restoran untuk secara bersamaan dapat memaksimalkan privasi pengunjung. Desain hotel-restoran ini membiarkan titik sirkulasi masuk melalui jalur utama yang terbuka ke tepi laut. Ruang ini, selain didesain dekat dengan kolam renang yang berdekatan dengan dinding kayu berputar di sekitar pohon dan diawetkan dengan hati-hati selama proses konstruksi. Inovasi hotel-restoran ini memiliki desain yang unik dan indah. Siapa yang tidak akan kagum jika berkunjung ke hotel-restoran ini?

Desain Baan Pomphet memiliki kesamaan desain yang jelas dengan Pom Phet dalam bahan utamanya, batu bata. Pemilihan bahan uta mini bertujuan untuk mendesain sekitar bangunan dengan bata putih dan semen, para desain interior maupun arsitek memilih untuk menggunakan batu bata yang memiliki empat ukuran berbeda dari batu bata buatan tangan dengan warna oranye yang membuat suasana di dalam hotel-restoran tersebut terasa nyaman dan menenangkan, sementara untuk lebar dan ketebalannya dirancang sama. Bahan utama batu batau juga dipasang dalam enam pola dinding dan lantai yang berbeda. Hotel-restoran ini ingin menampilkan fasad yang beraneka ragam dan alami, sementara banyak desain lain yang lebih memilih untuk menstabilkan kualitas dan warna dari bahan bangunan.

Desain iterior banguanan hotel dan restoran ini dibuat menyatu dalam wanra dan memilih siistem udara secara alami dengan memberikan ventilasi pada interior. Daun cha-pplu dan nangka yang menjadi bahan yang sering digunakan dalam masakan Thailand, dan di dapur Baan Pomphet akan memberikan warna hijau dan kuning di kamar tamu, skema palet baru ini akan menciptakan kontrs warna yang ideal dengan bahan sederhana dan detail kompleks dalam desainnya. Lalu bagaimana dengan restorannya? Warna oranye sangat melengkpai struktur bata eksterior hotel-restoran tersebut. Chanang, peralatan yang sering digunakan di Thailand untuk menangkap udan dan ikan di sugnan digunakan kembali sebagai hiasan interior hotel-restoran ini dengan memanfaatkannya menjadi lampu gantung di ruangan, sementara detail dari peralatan ini direplikasikan di dinding.

Hotel dan restoran ini bukan satu-satunya peran yang dimainkan oleh Baan Pomphet, ada juga desain rumah keluarga yang mengembangkan desain pada ruang kamar pribadi keluarga  yang didesain di atas dapur restoran dengan menggunakan bahan alami yang sama, batu bata, kayu, besi, dan ubin keramik buatan tangan yang diterapkan pada seluruh ruangan dengan tujuan untuk meningkatkan kembali kehangatan sebuah rumah.

Desain Ruang Makan yang Tepat Bagi Pencinta Makan

Salah satu perhotelan supermall di Hong Kong, Mr. Ming didesain seperti rumah sinematik eklektik dari karakter fiksi abad pertengahan. Anda pasti akan merasa nyaman jika berada di tempat tersebut. Sebagai baian dari distrik seni dan desian di kota Victoria Dockside, K11 Musea Hong Kong memiliki eksposur yang luas di tahun pertama pembukannya. Perhotelan supermall yang digambarkan sebagai Lembah Silikon Budaya. Destinasi mewah yang mengusung konsep desain budaya ritel ini membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk diselesaikan. Dengan desain yang beda dari yang lain, supermall ini telah berkembang dan menyelenggarakn segalanya, mulai dari pameran seni hingga beberapa merek fesyen paling elit di dunia dengan ruang yang mengesankan. Sisi menarik dari tempat ini adalah ruang makanan dan minuman K11 adalah Mr. Ming, restoran dengan desain Kanton.

Mr. Ming yang memiliki desain eksentrik dan menerapkan semua hal-hal vintage, di antara semua favorit ruangan, restoran menjadi ruang imajinasinya. Tempat ini menggunakan motif visual grafis yang berani dan memilih perabotan kuno yang khas. Pemilihan perabotan tersebut untuk menciptakan rasa otentik retro luxe eklektik. Tempat ini kaya akan palet warna dan material interior, termasuk warna hijau lumut, biru tua, kayu, hingga anyaman rotan. Pemilihan material ini dimaksudkan untuk membangkitkan suasana era Ming yang berkembang.

Sementara ruangan lain ingin menerapkan unsur individual yang tanpa terlalu bergantung pada kiasan visual dari restoran tradisional China, penerapan desain tersebut berasal dari budaya makan Kanton dengan menyebarkan referensi ke seluruh desain interior ruangan. Biasanya didesain lebih dari dua tingakt, ruang makan akan dilengkapi dengan kursi berdesain mewah, meja berbentuk bundar. Sementara kuningan, kulit, kayu, tempat lilin rotan, dan tanaman hijau tumbuh subur yang saling mempengaruhi di lantai bawah, konsep interior tersebut terinspirasi dari gambar taman bawah tanah. Di lantai  atas, tempat duduk terinspirasi dengan dikombinasikan dengan tirai pemisah beludru hijau grafis dan karya seni yang didesain khusus. Dua ruang makan pribadi yang dibuat berdampingan dapat menampung 10 orang dapat digunakan secara individual atau dalam kombinasi ruangan.

Dua lantai Mr, Ming ini didesain menghadap K11 Musea di satu sis dan taman di sisi lain, lalu dihubungkan oleh tangga yang didesain dengan batu bata terakota dan kayu berwarna madu dengan pegangan tangan merah yang berbeda.

Desain Interior Restoran Jepang Konsep Gua

Desain Roponggi di Tokyo terkenal dengan trennya. Tempat ini menjadi inspirasi bagi desain bar dan restoran yang ingin mencari konsep baru. Restoran dengan konsep desain kontemporer di Jepang yang cenderung berada pada tempat yang nenarik hingga ruang sederhana tanpa tambahan hiasan interior yang berlebihan.

Untuk lebih meningkatkan privasi, penataan meja diletakkan di berbagai ketinggian di seluruh ruang restoran. Untuk mencegah kontak mata antar pengunjunga yang berbeda, alih-alih kursi pengunjung duduk di bantal lantai zabuton di sekitar meja kotatsu yang didesain berbentuk cekung. Dengan penataan ini bisa menciptakan suasana lokasi perkemahan yang santai untuk membuat pikiran pengunjung merasakan suasana alam.

Apakah Anda ingin memberikan kesan baru pada desain interior restoran Anda? Anda bisa menghubungi customer service kami untuk bekerja sama dengan kami mewujudkan restoran impian Anda.

Interior Desainer: Hubungi kami melalui  Highstreet untuk wujudkan bangunan impian Anda dan ikuti  blog kami untuk update mengenai inspirasi desain bangunan.

Bagikan Artikel Ini

Kembali

Tutup

Search

Whatsapp Menu